Telah menjadi ketetapan Allah, suami diamanahi menjadi pemimpin rumah tangga. Ia berkewajiban berjuang mencari dan memenuhi kebutuhan keluarga. Namun perjuangan dan jerih payah itu haruslah diimbangi dengan kepandaian isteri dalam mentasharufkan harta yang ada. Pentasharufan yang kurang benar, efektif dan efesien akan berdampak kurang baik terhadap laju perjalanan rumah tangga. Oleh karenanya, istri sebagai pengelola (ra’iyah) di dalam rumah harus pandai-pandai mengatur keuangan agar terjadi keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, dan terhindarkan dari pemborosan yang tidak diperlukan.
Baca selengkapanya…… »
Alhamdulilah Proses demokrasi dalam pemilihan Cagub dan Cawagub Jatim di Pesantren Langitan berjalan dengan lancar, tidak ada kesalahan coblos atau yang lainya yang menyebabkan surat suara tidak sah dan pesta demokrasi ini melibatkan 1457 pemilih yang terbagi dalam Empat TPS. Hasil akhir perhitungan suara menunjuk bahwa Pasangan dengan no urut 1 yaitu pasangan Hj Khofifah.I dan Mujiono mampu Unggul di banding Empat pasangan calon lainya, dengan meraup sekitar 66,04 % atau 1.511 suara. Disusul pasangan Salam dengan perolehan 10,61 % atau 185 suara. Prosentase dan jumlah bisa lihat pada tabel (gambar)
Jika dalam beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala hati kita terasa berat atau tidak bisa khusu’, maka itu pertanda hati kita sedang dipenuhi oleh kotoran dosa. Untuk merubahnya agar pada saat beribadah itu hati kita terasa ringan dan khusu’, kuncinya adalah kita perlu segera bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebab bila tidak segera ditaubati, kotoran dosa yang memenuhi hati itu menjadi kian bertambah banyak sehingga hati menjadi makin gelap. Seperti halnya bola lampu, yang awalnya bersih dan bersinar namun pada akhirnya berubah menjadi kotor dan gelap karena sedikit demi sedikit terkena kotoran dan sama sekali tidak pernah ada upaya dibersihkan. Kalau seseorang hatinya sudah menjadi gelap, maka dia tidak bisa membedakan antara perkara yang benar dan yang salah.
Baca selengkapanya…… »
Menjadi hamba berarti menjadi diri manusia secara utuh. Kemanusian yang utuh merujuk pada asal kejadian; segumpal darah, lalu dari setetes air mani, nuthfah. Asal kejadian ini identik dengan suatu ‘kerendahan’ sejati. Tanpa harus terjebak oleh orientasi kerendahan yang tiada punya daya dan kuasa. Kerendahan di sini memiliki nilai strategis dan taktis bagi penyerapan energi langit, energi Tuhan. Filosofinya jelas, bahwa hanya pada tempat yang rendah saja, air kehidupan mengalir padanya. Itu alamiah sekali.
Baca selengkapanya…… »
Sholat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tapi juga gerakan-gerakan salat adalah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, sholat adalah gudang obat dari berbagai jenis penyakit.
Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaannya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.
Baca selengkapanya…… »







